.
Powered by Blogger.
Showing posts with label Coretan. Show all posts
Showing posts with label Coretan. Show all posts
Tragedi Roro Kuning

Tragedi Roro Kuning



Bukanlah bunga mawar
Yang merah merona
Bukanlah melati
Yang semerbak mewangi

Ku tak mengira
Akan mengalami
Ku tak menyangka
Akan tersakiti

Besarnya cinta
Hanya sebatas Kicauan

Janji janjimu
Yang ter-ucapkan
Masih melekat
Erat dalam benakku

Air yang menetes
Di lereng RORO KUNING
Adalah saksi
Cintaku terkhianati...


{Nganjuk,1 mei 2014}

Menghayal jadi Presiden

Menghayal jadi Presiden

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, ingin rasanya sejenak merasakan bagaimana rasanya kalau aku jadi Presiden. Sepuluh menit dalam keheningan aku berhayal menjadi seorang Presiden, dan aku harus melaksanakan tugasku dengan baik sesuai janjiku saat kampanye dulu.

Alunan musik dari suara kodok yang bersautan di tepian sungai mempercepatku masuk dalam dunia hayalan. Seketika itu pula aku seperti masuk dalam lorong waktu “siuuuuuut blezzzzt !”, kulihat diriku sudah berpakaian jaz warna biru tua dengan atribut kenegaraan RI beserta kedua ajudan yang berpangkat perwira setia mengawalku.

Tiga stopmap bercorak batik di atas meja menantikanku untuk segera membacakannya di depan sidang kenegaraan. Beberapa menteri yang hadir masih saling berbicara pada menteri lainnya, entah apa yang di bicarakan aku pun tak tahu. Ada yang terlihat tersenyum, dan ada juga yang terlihat tegang. Biarkan saja , karena itu juga termasuk bagian dari Budaya kita yaitu “ngrumpi”.

Tidak di pungkiri, semenjak mereka semua ku angkat jadi menteri rata – rata sudah memiliki usaha pribadi yang lumayan besar omsetnya. Walaupun perusahaan mereka di atas namakan saudara atau bahkan anaknya, sebenarnya saya tahu tetapi aku harus pura-pura tidak tahu. Karena aku sendiri juga tidak mau mereka mencari tahu tentang diriku sebelum dan sesudahku jadi Presiden,akhirnya kesepakatan tanpa musyawarah untuk mufakatpun tercipta “Tahu sama tahu”.

Sepertinya aku harus memulai sidang, Ketokan Palu tanpa Paku di mejaku membuat suasana jadi hening. Doa dan salam pembuka yang terkontaminasi oleh sifat basa basi tercium sperti bau terasi terlewat sudah. Kini saatnya menghimbau kepada beberapa menteri, berkaitan dengan kejadian yang sedang terjadi sekarang ini.

“Saya belum melihat langkah konkrit dari bapak menteri pertanian soal tingginya harga bawang. Negara kita ini Agraris kenapa sampai terjadi kelangkaan bawang, tolong segera di tindak lanjuti. Terus terang kemarin saya kecewa, karena juru masak istana membuat nasi goreng bawang gorengnya cuma terlihat seperti dua lalat yang nempel. Saya tidak ingin ini terjadi terus menerus, kalau perlu jangan tidur cari solusinya. Masa harus saya yang turun ke lapangan?”.

“Kemudian masalah pendidikan, Bagaimana bisa terjadi Ujian nasional sebagian saudara kita bisa mundur gara-gara teksnya belum sampai pada saat jadwal Unas tiba. Untuk Unas Anggaran kita sangat besar tahun ini, tapi kenapa ini bisa terjadi? Percetakan yang mendapat tender juga tergolong perusahaan besar dan ternama, ini benar-benar sungguh tidak masuk akal”.

“Kepada bapak menteri Pendidikan dan Menteri Perhubungan, Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Tahun depan. Bagaimana bisa maju anak bangsa, jika kita yang sudah di percaya Rakyat dalam bidangnya masing-masing tidak profesional dalam tugasnya. Saya harap ini adalah pengalaman yang buruk dan tidak terulang di masa datang, Susun dan rencanakan program yang tepat waktu”.

“Kemudian saya juga ingin tekankan pada Menteri Pertahanan dan Keamanan, tolong di perhatikan kalau perlu adakan sidang khusus. Sudah berapa kali antara Kepolisian dan TNI terjadi konflik. Ini sangat bahaya sekali, bagaimana bisa membentengi Negara jika dalam satu wadah pertahanan sering konflik”.

“Kiranya cukup sekian yang perlu saya sampaikan, saya tunggu semuanya bisa di selesaikan secepatnya. Saya selaku presiden yang di pilih Rakyat dan memilih para menteri, merasa malu jika masalah ini tidak bisa secepatnya di atasi ”.

“Thok...Thok...Thok“ Palu kayu tanpa Paku ku ketukkan di meja pertanda sidang berakhir. Segenap menteri yang hadir keluar dengan tertib, hanya saja tidak di beri aba-aba seperti saat kita masih di bangku sekolah dulu.

Kemudian akupun beranjak keluar di temani keduua perwira pengawalku, lantas masuk mobil ber-Plat nomer 01. Mobilpun melesat menuju rumah pribadiku tiba-tiba “Byuuuur !”, Kudapatkan diriku sudah basah dan berada di bawah jembatan sungai kecil. Wadauuuuuw !...hayalanku menjadi presiden membuatku hilang kesadaran sejenak hingga tercebur ke sungai.

Salam tujuhdua

Catatan penting sedikit miring

Catatan penting sedikit miring

Sulit menilai para pejabat yang benar-benar mengemban aspirasi masyarakat yang sebenarnya, semakin hari berita di Media tentang pejabat yang korup semakin bertambah. Bahkan dari pejabat penegak hukumpun terjadi bermacam penyelewengan yang subur bak Jamur tiram yang di semai.

Ehm...sudahlah, dari pada bosan lihat berita media tentang pejabat yang korupsi mendingan kita baca syair di bawah ini.

Corat - coret catatan penting
Bukan joget dan bukan Gending
Nusantara sobat terasa miring
Sebab orang penting masih suka maling

Corat - coret tanpa Kwitansi
Suap menyuap sudah tradisi
Antisipasi sobat kalau di Adili
Tinggal bilang Pak Hakim tidak ada bukti

Banyak maling sobat susah nangkapnya
Sebab yang nangkap masih teman Bapaknya
Di kasih Amplop bingung pikirnya
Dari pada bingung terima saja

Banyak maling sobat lewat rekening
Lebih aman rekening pinjaman
Sekali Korup hingga milyardan
Siapa yang nuntut di bayar sekalian

Banyak kasus tidak di lanjut
Kasih pelicin kasus di cabut
Sekenario yang pasti cuma basa basi
Cukup berkedip Pak Hakim saling mengerti

Corat - coret tulisan kain
Demonstrasi yang kena tuding
Kaca pecah di bilang anarki
Tapi yang korupsi katanya manusiawi

Corat - coret sobat Tata negara
Penyakitnya tambah merata
Penegak hukum hanya pintar bicara
Tapi dirinya melanggar juga

Corat - coret bukanlah Fatwa
Hanya catatan sedikit beda
Bukan menuding atau mencela
Cukup sekian syair dari tujuhdua

Salam tujuhdua

SMS di Malam Jum'at Kliwon

Pada Malam Jum'at Kliwon

“Pada malam jumat kliwon ku kirim sms,tentang gejolak asmara cinta kasih kita. Semoga kan selalu indah jadi cinta sejati, berakhirnya smsku mengantarkan tidurmu”. Aseeek.... itulah sepenggal sms yang terbaca dari Hp seseorang yang sukses ku perbaiki.

Sebenarnya nggak sengaja baca folder sms dari hp tersebut, karena ingin memastikan semuanya berfungsi normal, saya harus mencoba fitur satu persatu agar nantinya tidak ada keluhan lagi dari pemiliknya. Padahal saat mencoba kartu simnya sudah saya ganti, tapi karena folder sms tersimpan di ponsel akhirnya kebaca semua tuh smsnya. Lumayan bisa njiplak buat Sms Some one.....hi hi hi....

Jujur saja selama ini saya kurang ngerti alias katrok dalam menyusun kalimat sms untuk seseorang yang istimewa, Dari sinilah timbul inspirasi bahwa komunikasi lewat sms banyak menguntungkan. Selain pulsa kita bisa hemat, kita juga bisa mengungkapkan sesuatu kalimat yang tidak berani katakan saat sedang berdua.

Dengan melihat timer smsnya, saya jadi ngerti kalau kirim sms si Doi harus tahu waktu, dalam arti mengerti si Doi sedang ada aktivitas yang tidak boleh di ganggu apa tidak. Ada tujuh sms yang menunjukkan perhatian pada si Doi yang saya backup dari hp tersebut, Dan itu sangat tepat sekali baik waktu dan isi smsnya.

Pertama 04.50 :
Cynk uDah baNgun?...
jGn lupa sEmbhyNg dulu.

Ke dua 06.45 :
Cynk, jGn luPa makaN paGi sbLm brngKt AktiFitas.

Ke tiga 11.45 :
Cynk, maKan siAng di mN?, nTr mlM bolEh gAk akU ke rMh?

Ke empat 16.00 :
Cynk, hati-hati d jLn. kal0 pULng nggAk adA yG jmPut misCall aku y?

Ke lima 17.03 :
Cynk, uDh nyAmpeK rMh apa bLm?

Ke enam 20.15 :
Cynk....
Aku mNta maF kal0 nGgak berAni ngMng lNsung di DpnMu, SetelAh kiTa bRduA seRiNg ******g(sensor) di TamAn aiR itu, Aku smAkin sAyng sma Kmu.

Ke tujuh 21.00 :
mAt B02 cyNk, jGn lPa brDo’a dN sMoga tDurmU miMpikan sAat InDah kiTa.

Note :
******g = Mancing

Itulah sob, Tujuh Sms yang berguna untuk koreksi diri saya dari kesalahan sms yang tidak tepat waktu, Bahkan dulu Doi pernah marah gara-gara Hpnya kena sita Guru karena lupa mematikan/men-silent Hpnya saat jam pelajaran.

Ternyata benar kata orang, Belajar dari kesalahan membuat kita akan lebih baik dengan selalu menjaga jangan sampai ada kesalahan yang terulang lagi.

Sajak tak bermakna

Sajak tak bermakna

Salam sejahtera selalu untuk Anda penumpang Buz Blogger Tujuhdua, bersua lagi dengan coretan saya yang tanpa makna. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Eyang subur!...Eh salah Eyang google atas kemurahan hatinya meng-crawl tulisan ini. Juga kepada Blogger yang jadi fasilitator walaupun widget pemberdayaannya sering di hapus pengguna Blogger, termasuk saya.

Baiklah saya akan coba menuliskan sajak. Mudah-mudahan sajak ini bisa menjadi pendingin di suasana panas dan bisa menjadi sedikit hangat di saat sedang kedinginan, halah!.. kaya kopi jahe aja.
Sengaja sajak ini nggak di kasih judul, sebab isinya asal sembur alias ngawur, yuk kita lanjutin bacanya......

Mak...aku anakmu perawan
Dari dulu hidup di perantauan
Jadi pembantu di kantin sekolahan
Udah tiga bulan aku nggak gajian

Mak....Do’amu di dengar Tuhan
Di ridhoi dan juga terkabulkan
Kaya gini jadi orang nggak punya
Hidup selalu di ejek sama tetangga

Ingat – ingat manusia akan mati
Jika mati di kubur sanak family
Di tanam dalam tanah sendiri
Terasa sakit badan di himpit Bumi

Dalam kubur itu banyak orang dosa
Kalajengking dan juga Ular Cobra
Ada setan menjelma jadi teman kencan
Agar manusia betah dalam Kuburan

Di Akherat nggak ada mobil lewat
Di Akherat Nggak ada Juz Alpukat
Di Akherat nggak ada meja Biliiard
Yang ada Gadanya Malaikat

Se kaya-kayanya orang pasti ada miskinnya
Se miskin-miskinnya orang pasti ada tabungannya
Cari pasangan jangan pandang Rupa dan harta
Yang penting,...
Jangan ngabisin Warisan Mertua

Kamu memang Ayu
Kaya mantan Pacarku dulu
Sayang,sayang beneran
Cantikmu hanya buat Obralan

Obral, Obral janji Brow
Belum tentu hidupmu bahagia
Mending dengerin saya
Baca sajak dari Tujuhdua

Ikut aku hidup di desa
Bantuin bikin Batu bata
Kalau rajin....
Asal irit bisa jadi Kaya

Demikian tadi sajak tak bermakna dari Tujuhdua, Mudah-mudahan ada yang mau baca. Jika sudah baca mohon sumbangan komentar seikhlasnya. Bagi yang Komentar saya doakan Blognya semakin jaya, Untuk yang tidak mau komentar itu tandanya naksir sama saya.he he he...Ngawur aja.

Salam Tujuhdua

Tujuh coretan paragraf dan Keinginan

Tujuh coretan

Jari jemari ini rasanya seperti keriting, Tapi belum juga ketemu tema untuk posting. Memang sulit merangkai kalimat menjadi sebuah paragraf, ternyata bagi lebih mudah merangkai kabel yang putus dan berserakan. Maklum basicnya tukang solder.

Melihat huruf yang tertera pada Monitor membuat mata ini semakin pedas, malah kadang sampai terasa seperti orang yang baru pertama belajar Las, keluar airmata terus. Ternyata memandang cahaya Monitor terlalu lama membuat mata ini seperti kena cahaya Las listrik. Maklum kerjanya jadi Tukang Las.

Memainkan jari pada keyboard terlalu lama membuat tangan terasa pegal dan linu, Apalagi kemampuan mengetiknya nggak normal. Kenapa saya bilang gak Normal? karena saya hanya bisa mengetik menggunakan mekanisme Sebelas jari,telunjuk kiri dan kanan. Sedangkan jari lainnya semuanya pada males di ajak kerja sama. Dan ternyata mengetik itu capeknya melebihi orang yang sedang membuat Batu bata. Maklum masih sering bikin Batu bata sendiri.

Menuliskan artikel perlu pemikiran yang matang juga butuh ketenangan saat menulis, Karena dengan ketenangan inspirasi bisa timbul dengan sendirinya. Kalau di paksakan malah hasilnya nggak karuan, apalagi stamina sedang nggak Vit. Tambah hancur endingnya. O...alah ternyata lebih mudah betulin Hp rusak daripada bikin artikel. Maklum Boss!...kerjaannya jadi Tukang servis Ponsel.

Mengarang sebuah tulisan kita butuh satu imajinasi, untuk di kembangkan menjadi kalimat berantai hingga menjadi Coretan sebuah artikel yang memiliki latar belakang, penjabaran isi, juga endingnya. Agar sebuah artikel itu bisa nyambung pada pargraf awal sampai akhir. Di situlah kesulitan saya, Dan bagi saya lebih mudah memperbaiki Komputer rusak dari pada bikin Artikel. He he he...masih jadi Tukang servis komputer panggilan.

Dari kebanyakan trik Blogger yang saya baca, Bahwa artikel yang bagus itu harus bisa mengena pada kata Kunci atau dalam bahasa Jawanya Keyword dari Blog itu sendiri. Di sinilah yang saya bingungkan, Gimana caranya masukin kata kunci?, sedang Blognya udah terlanjur kasih nama Tujuhdua. Pusing deh...., Kalau misalnya sekedar Kunci Ring, Kunci inggris, Obeng dan lainnya sih itu gampang tinggal ngambil di Bengkel. Kebetulan saya juga hobby perbengkelan.

Nah yang terakhir sih katanya jika mau blog kita cepat di kenal sesama blogger harus sering Blogwalking atau saling mengunjungi. Untuk yang ini sepertinya nggak begitu sulit,dan secara pribadi saya masih butuh bimbingan dan banyak belajar pada senior blogger semua. Untuk itu bagi sobat pembaca kiranya punya masukan untuk perkembangan blog ini mohon di kasih saran. Ingat ber - amal - lah sebanyak mungkin, Karena Amal bisa menolong kita di panasnya Api Neraka. Nah Lho ...makanya Tolong ya?...... Siapa yang berkunjung dan berkomentar, InsyaAllah akan dapat kunjungan dan komentar balik. Jujur keinginan saya sekarang ingin mendalami Dunia Bloging. Dan itu butuh bantuan senior semua.



Dua kali Kegelisahan

Dua kali Kegelisahan

Begitu indahnya saat Pertama kali kita bertemu, walaupun sama - sama terdiam dan malu. Sesekali tanpa sengaja tatapan ke Dua mata kita saling beradu. Sebab apa akupun tak tahu, yang jelas seperti ada yang menyuruhku harus melihatmu. Begitu juga denganmu, seakan perasaan yang sama sedang bergejolak di hatimu, seperti ada yang memberi aba - aba Satu,Dua sepontan pandangan ke Dua mata kita saling beradu.

Hati ini semakin tak menentu, tidak seperti biasanya aku mengalami hal sperti ini jika bertemu dengan Cewek. Itupun nampaknya juga terjadi padamu. Kamu sering salah tingkah ketika mataku memandang tajam ke arahmu, kamu terlihat gugup seperti orang kebingungan.

Sebagai cowok, dalam hati aku harus bisa mendekatinya. Ku tarik nafas dalam-dalam kemudian ku hembuskan secara perlahan supaya diriku bisa tenang mendekati cewek itu. Laksana Detektif dalam Film Hollywood, Ku keluarkan senjata andalanku dari saku celanaku, kemudian kuambil satu dan menyulutnya " siuuuuut bull" dan asappun mengepul dari mulutku. Yah... itulah kebiasaan burukku selalu saja sebatang rokok yang bisa sedikit membuat aku tenang dalam kegelisahan.

Halunisasi hentakkan musik Metal menggema mengiringi langkahku mendekatimu. Lima meter dari tempatku duduk, ku melangkah mendekatimu dengan mengantongi beberapa pertanyaan yang sudah ku persiapkan dari tadi.

Namun baru saja Dua langkahku tiba-tiba ada yang memanggilmu " Rindi!,ayo pulang " kata seorang cewek lagi dari atas sepeda motornya. Dan kamu pun langsung memboceng di belakangnya, tapi pandanganmu selalu ke arahku saat motor itu semakin jauh membawamu pergi.

Seketika itu pula timbul perasaan jengkel,gelisah yang ke dua kalinya karena aku gagal bisa kenalan denganmu. Tapi siapakah Rindi itu?, sepertinya aku pernah mengenalnya, Tapi itu dulu semasa masih duduk di bangku sekolah dasar. Tapi mungkinkah?....




Tujuh tambah Dua dalam Hidup

Tujuh tambah Dua dalam Hidup

Disaat hati ini berbicara dan di kala kedamaian mulai menghampiri, Aku selalu terdiam tanpa expresi terluapkan. Tuhan memang Maha Besar, Segenap liku-liku kehidupan telah Ku jalani dengan sabar walau kadang hati ini berontak dan menjerit saat sedang terhempas. Namun aku tetap mampu menerimanya dengan ikhlas.

Tetapi sampai dengan saat ini,......
aku masih belum mengerti apa sebenarnya tujuan dan keinginanku semua bisa terwujud?. Masih teringat jelas masa kecilku, Kakek selalu bilang padaku bahwa hidup sebenarnya akan terasa berarti jika manusia sudah bisa mendapatkan angka TUJUH DUA.

Mungkin sobat bingung dengan angka TUJUH DUA. Tenang sobat, nanti akan saya jelaskan. Seperti waktu dulu, saya juga bingung dengan perkataan Kakek itu.

Angka tujuh mempunyai makna sangat luas di Dunia ini. Setiap waktu yang terus berganti namun pasti adalah di mulainya hari senin - minggu.Dan itu terus menerus akan di rasakan, selagi manusia masih menempati alam Fana yang penuh dengan ke aneka ragaman ini.

Dalam diri Manusia angka Tujuh juga terdapat pada Biologisnya antara lain, Darah, Kulit, Daging, Tulang, Sungsum, Otot dan Otak. Dan Otak yang menjadi Raja dalam kerajaan dalam dirinya. Ketentraman atau kekacauan dalam kerajaan tubuh bergantung pada Rajanya.

Lantas apa arti dari angka Dua?....
Angka Dua terletak pada orang yang kita keramatkan yaitu Bapak dan Ibu kita, yang seharusnya kita hormati dan hargai. Bahkan lebih dari itu,Ibu adalah seperti Tuhan yang terlihat di Dunia ini. Kata dan kalimatnya adalah sebuah Sabda yang akan di kabulkan oleh Tuhan Yang Maha Besar. Karena itu, janganlah kita membuat seorang ibu murka karena perbuatan kita.

Dalam arti yang lebih Luas, angka Dua adalah isi dari dunia ini. Ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, Ada raga ada Sukma, dan seterusnya masih banyak lagi.

Sekarang mari kita jumlahkan Tujuh dan Dua, Totalnya adalah Sembilan. Semua sudah tahu bahwa Sembilan adalah mewakili kejayaan dan kemenangan dari unsur angka.

Dalam hidup hendaknya Manusia bisa menahan Sembilan Lubang dalam tubuhnya, yang fungsinya sebagai Rem cakram dalam Roda kehidupan ini. Sembilan lubang itu adalah, Kedua lubang Mata, Kedua lubang Hidung, Mulut, Kedua lubang Telinga, Anus dan Kemaluan. Karena ke sembilan lubang itu adalah letak bangkitnya Nafsu.

Begitulah Sobat, seperti apa yang pernah saya dengar dari Kakekku dulu. Namun segala sesuatu tidaklah mudah untuk di jalankan. Apalagi dengan Godaan hidup yang semakin besar, juga adanya kemudahan serta suasana yang semakin banyaknya peluang Manusia untuk melakukannya.

Jujur sampai dengan saat ini, saya belum mampu untuk menahan Sembilan lubang tersebut. Telinga bisa menahan tapi Mata tak kan mampu, Mulut bisa menahan tapi Hidung yang tak mampu,Begitu seterusnya.

Parahnya Anus bisa menahan tapi Kemaluan tidak bisa tahan, Kalau yang ini memang tidak boleh di tahan. Jika di tahan dapat menyebabkan penyakit berbahaya, he he he... maaf udah dulu ni Sob dari tadi terasa ingin buang air kecil.

Salam Tujuh dua