.
Powered by Blogger.

Menghayal jadi Presiden

Menghayal jadi Presiden

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, ingin rasanya sejenak merasakan bagaimana rasanya kalau aku jadi Presiden. Sepuluh menit dalam keheningan aku berhayal menjadi seorang Presiden, dan aku harus melaksanakan tugasku dengan baik sesuai janjiku saat kampanye dulu.

Alunan musik dari suara kodok yang bersautan di tepian sungai mempercepatku masuk dalam dunia hayalan. Seketika itu pula aku seperti masuk dalam lorong waktu “siuuuuuut blezzzzt !”, kulihat diriku sudah berpakaian jaz warna biru tua dengan atribut kenegaraan RI beserta kedua ajudan yang berpangkat perwira setia mengawalku.

Tiga stopmap bercorak batik di atas meja menantikanku untuk segera membacakannya di depan sidang kenegaraan. Beberapa menteri yang hadir masih saling berbicara pada menteri lainnya, entah apa yang di bicarakan aku pun tak tahu. Ada yang terlihat tersenyum, dan ada juga yang terlihat tegang. Biarkan saja , karena itu juga termasuk bagian dari Budaya kita yaitu “ngrumpi”.

Tidak di pungkiri, semenjak mereka semua ku angkat jadi menteri rata – rata sudah memiliki usaha pribadi yang lumayan besar omsetnya. Walaupun perusahaan mereka di atas namakan saudara atau bahkan anaknya, sebenarnya saya tahu tetapi aku harus pura-pura tidak tahu. Karena aku sendiri juga tidak mau mereka mencari tahu tentang diriku sebelum dan sesudahku jadi Presiden,akhirnya kesepakatan tanpa musyawarah untuk mufakatpun tercipta “Tahu sama tahu”.

Sepertinya aku harus memulai sidang, Ketokan Palu tanpa Paku di mejaku membuat suasana jadi hening. Doa dan salam pembuka yang terkontaminasi oleh sifat basa basi tercium sperti bau terasi terlewat sudah. Kini saatnya menghimbau kepada beberapa menteri, berkaitan dengan kejadian yang sedang terjadi sekarang ini.

“Saya belum melihat langkah konkrit dari bapak menteri pertanian soal tingginya harga bawang. Negara kita ini Agraris kenapa sampai terjadi kelangkaan bawang, tolong segera di tindak lanjuti. Terus terang kemarin saya kecewa, karena juru masak istana membuat nasi goreng bawang gorengnya cuma terlihat seperti dua lalat yang nempel. Saya tidak ingin ini terjadi terus menerus, kalau perlu jangan tidur cari solusinya. Masa harus saya yang turun ke lapangan?”.

“Kemudian masalah pendidikan, Bagaimana bisa terjadi Ujian nasional sebagian saudara kita bisa mundur gara-gara teksnya belum sampai pada saat jadwal Unas tiba. Untuk Unas Anggaran kita sangat besar tahun ini, tapi kenapa ini bisa terjadi? Percetakan yang mendapat tender juga tergolong perusahaan besar dan ternama, ini benar-benar sungguh tidak masuk akal”.

“Kepada bapak menteri Pendidikan dan Menteri Perhubungan, Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Tahun depan. Bagaimana bisa maju anak bangsa, jika kita yang sudah di percaya Rakyat dalam bidangnya masing-masing tidak profesional dalam tugasnya. Saya harap ini adalah pengalaman yang buruk dan tidak terulang di masa datang, Susun dan rencanakan program yang tepat waktu”.

“Kemudian saya juga ingin tekankan pada Menteri Pertahanan dan Keamanan, tolong di perhatikan kalau perlu adakan sidang khusus. Sudah berapa kali antara Kepolisian dan TNI terjadi konflik. Ini sangat bahaya sekali, bagaimana bisa membentengi Negara jika dalam satu wadah pertahanan sering konflik”.

“Kiranya cukup sekian yang perlu saya sampaikan, saya tunggu semuanya bisa di selesaikan secepatnya. Saya selaku presiden yang di pilih Rakyat dan memilih para menteri, merasa malu jika masalah ini tidak bisa secepatnya di atasi ”.

“Thok...Thok...Thok“ Palu kayu tanpa Paku ku ketukkan di meja pertanda sidang berakhir. Segenap menteri yang hadir keluar dengan tertib, hanya saja tidak di beri aba-aba seperti saat kita masih di bangku sekolah dulu.

Kemudian akupun beranjak keluar di temani keduua perwira pengawalku, lantas masuk mobil ber-Plat nomer 01. Mobilpun melesat menuju rumah pribadiku tiba-tiba “Byuuuur !”, Kudapatkan diriku sudah basah dan berada di bawah jembatan sungai kecil. Wadauuuuuw !...hayalanku menjadi presiden membuatku hilang kesadaran sejenak hingga tercebur ke sungai.

Salam tujuhdua
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Coretan dengan judul Menghayal jadi Presiden . Silahkan saja Anda bookmark halaman ini juga mempostingkannya kembali, dengan syarat menyertakan URL http://dualimatujuhdua.blogspot.com/2013/05/menghayal-jadi-presiden.html . Terima kasih atas kunjungan anda semoga persaudaraan sesama blogger akan terjalin Abadi, Dengan saling mendukung juga memberikan masukan yang Apresiasip demi perkembangan bersama.Salam sukses selalu
Ditulis oleh: Tujuh Dua - Friday, 3 May 2013

46 komentar untuk " Menghayal jadi Presiden "

  1. ngelamun presiden bikin kecebur sungai
    padahal aku lagi mikir jadi iron man
    bakalan apa yah..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. di coba ajah deh sob....

      Delete
    2. bakal kepeleset dah...masuk parit ..he3

      Delete
    3. gak apa apa kpleset, anggap jha latihan /kkkkkk

      Delete
    4. udah dicoba
      ternyata jadi tukang nyetrika...

      Delete
    5. ga apa sob olah raga tangan

      Delete
    6. jhahaha itu tandanya ngga berbakat jadi presiden,,, hehehe

      Delete
    7. tetap aja ada bakat presiden sob,tapi presiden Rmh Tngga...hihihihi

      Delete
  2. Presiden masa depan hehehe... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien............ntar Eka wakilnya

      Delete
  3. Waduh sampai kecebur sungai sob, saking tinggi hayalannya ya..seomoga bisa terwujud hayalannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu pertanda buat saya, gak boleh berhayal terlalu tinggi

      Delete
  4. hihihihi , ada2 ajah nih sobat ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya neh sob,...mang di adain bae...gkgkgkgk

      Delete
    2. sekali2 mimpiin atau khayalin 4 angka sob biar tembbuuuss :D

      Delete
    3. hua haaaaaa....gak ah malu ngomongin togel

      Delete
  5. kenapa ngga sekalian dipecat tuh menteri pendidikannya pa...huh dasar presiden sama begonya...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha....wah jadi amblas hayalan gue sob,
      ok ...ntar gue berhayal lagi and lsg pecat tuuh menteri...wkkkkk

      Delete
    2. khayalannya kurang tegas...masa menteri oon gituh masih dipake...buwahahaaaa

      Delete
    3. kalau menteri gue pinter gue takut di pinterin ntar....hohohoho

      Delete
  6. menghayal sih boleh2 saja, asal jgn dilamunin, apalagi melamunnya di tengah jln raya.. gawat itu
    ^_^

    ReplyDelete
  7. menghayal sampi sedetail itu hebat ya heheh.., salam. *smile

    ReplyDelete
  8. itu namanya hayalan yang mendasar...............hehehehehe........

    ReplyDelete
  9. kalau saya menghayal gak mau ach jadi presiden,, gak enak jadi presiden.. beban dipundak'nya terlalu berat... mending jadi pengusaha sukses aja.. hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya juga berhayal sob, kan gak beneran

      Delete
  10. khayalan tingkat tinggi diingatkan dengan air , hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sob, air memang mempunyai manfaat menyadarkan dari bawah sadar

      Delete
  11. Kunjungan malam sobat...

    Jangan lupa kunjungan Baliknya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm.. makasih sob.insyaAllah tanpa d bilang ttap ke sana

      Delete
  12. wew sule, pasti negara bahagia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. huahaaaaaa.......jadi deh opera van country

      Delete
  13. kwkwkwk setuju klo sule jadi presidenn,, kunjungn perdana gan, di tunggu folow back na

    ReplyDelete
    Replies
    1. segera meluncur............ngeeeeeeeeennnnnnnnk

      Delete
    2. ok bli maksiiihh udah d folow jg bli :)

      Delete
  14. Khayalannya muantap! Saya mau jadi wakilnya.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo kalau bersedia jadi wakilnya.karena sampai sekarang wakil saya jarang terliihat aktif. punya alergi media,jadi takut terexpose wajahnya yang guanteng.hihihihi

      Delete
  15. Wakaka gambarnya lucu ngakak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngakak kalau di tulis gimana ya brow............gini kali ya "kkkkkkkkkkk"

      Delete
  16. .Kunjungan Rutin Sobatt.......

    ReplyDelete
  17. wedew, kasian presiden khayalannya masuk sungai, tp seger toh, sekalian aja mandi deh, hehehe #apa perlu komplen sama menteri per suangaian?? wkwkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayanya saya perlu nambah menteri lagi, dalam bidang Menteri semak belukar....kkkkkk

      Delete
  18. wah ajudan presidennya ngga waspada nih, membiarkan presiden kita nyemplung,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajudan gue, ke asyikan main game ponsel sob.............ha ha ha

      Delete