.
Powered by Blogger.

Pasar Rakyat terbakar

Pasar Rakyat terbakar

Koran bilang, atas nama perangkat
Pasar rakyat akan di jadikan Gedung tingkat
Jika nanti para pedagang makar
Supaya lancar Pasar Rakyat di bakar

Alasannya Konsleting kabel listrik
Para pedagang hanya bisa melirik
Barang ludes di lalap Api
Tidak ada yang ganti rugi

Terjadilah Pasar rakyat terbakar
Kabarnya sih,ada yang membakar
Perangkatnya duduk kursi main Gitar
Pasar rakyat jadi Gedung tingkat dan lebar

Pasar baru namanya swalayan
Harga sewanya mahal nggak ketulungan
Pedagang terpaksa jualan di pinggir jalan
Celakanya perangkat siapkan gusuran

Nasib...nasib......

Salam sukses
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Sajak dengan judul Pasar Rakyat terbakar . Silahkan saja Anda bookmark halaman ini juga mempostingkannya kembali, dengan syarat menyertakan URL http://dualimatujuhdua.blogspot.com/2013/05/pasar-rakyat-terbakar.html . Terima kasih atas kunjungan anda semoga persaudaraan sesama blogger akan terjalin Abadi, Dengan saling mendukung juga memberikan masukan yang Apresiasip demi perkembangan bersama.Salam sukses selalu
Ditulis oleh: Tujuh Dua - Tuesday, 7 May 2013

23 komentar untuk " Pasar Rakyat terbakar "

  1. itu sekedar puisi apa kejadian beneran sob..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah kejadian berdasarkan konspirasi pribadi ane , salah bener Allah yang tau

      Delete
    2. setuju dengan pendapatnya Ritma

      Delete
  2. puisinya seperti sedang meratapi sawah-sawah yang sekarang jadi kebon beton, hehehe. namanya juga perkembangan jaman gan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sih, cuma kasihan aja bahkan Green ways udah gak berlaku hanya celoteh camar aja

      Delete
  3. Expresi kekecewaan tingkat dewa nih kayanya.. :)

    ReplyDelete
  4. udah jadi pakem dimana mana
    kalo ada pasar baru dibangun pedagang ga mau pindah dari pasar lama biasanya trus kebakaran. modus basi tapi masih ngetren..

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju sob....
      orang pintter menggunakan kepinterannya untuk memintari orang lemah."

      Delete
  5. Nasib rakyat kecil yang selalu dikibulin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul gan, yang kecil dari jaman dulu selalu jadi korban

      Delete
  6. sunggug tragis pedagang ubi cilembu,
    dagang hanya berbilik bambu
    sungguh malah nasibmu ibu
    digulung nyamuk tak make kelambu.

    nasib sunggug tak beruntung

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembang bambu kembang setaman
      ubi cilembu rasanya lumayan
      he he he.......

      Delete
  7. biasa seperti itu mas kalau mau gusur menggusur ya di bakar saja, pasar wonokromo, pasar babat, pasar tuban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah agan tahu juga tuh kejadiannya, ane juga waktu itu masih tinggal di Sidoarjo

      Delete
  8. Daripada ()ƿϋsϊϞќ menggusur, alasannya dg kebakaran, sunnguh tragis, harusnya dipikirkan langkah baiknya dan memperhatikan kehidupan ekonomi dipasar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. langkahnya dari aparat udah ada gan, tapi perlu dana besar.ya....untuk pedagang jelas sangat terbebani

      Delete
  9. baca puisinya jad inget acara mata najwa neh :)
    tapi emang sekarang gitu, demi kepentingan konspirasi, maen bakar jadi lumrah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. begiitulah sob, yang hitam bisa di putihkan,dan begitu sebaliknya.....
      hihihihi...itu sih kata kata tukang cat ane.

      Delete
  10. owh.. pasar rakyat yang terbakar.
    Modus lama tapi tetep jitu..xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. jitu tapi menyakitkan ckkkkkkkckckckk

      Delete